As-Saffat
"Yang Berbaris Teratur"
بَيْضَآءَ لَذَّةٍ لِّلشَّـٰرِبِينَ
Minuman itu putih bersih, lagi lazat rasanya, bagi orang-orang yang meminumnya,
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)لَا فِيهَا غَوْلٌ وَلَا هُمْ عَنْهَا يُنزَفُونَ
Ia tidak mengandungi sesuatu yang membahayakan, dan tidak pula mereka mabuk kerana menikmatinya.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)وَعِندَهُمْ قَـٰصِرَٰتُ ٱلطَّرْفِ عِينٌ
Sedang di sisi mereka ada pula bidadari-bidadari yang tidak menumpukan pandangannya melainkan kepada mereka, lagi yang amat indah luas matanya;
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَّكْنُونٌ
(Putih kekuning-kuningan) seolah-olah mereka telur (burung kasuari) yang tersimpan dengan sebaik-baiknya.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَآءَلُونَ
(Tinggalah penduduk Syurga itu menikmati kesenangan), lalu setengahnya mengadap yang lain, sambil berbincang dan bertanya-tanyaan.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)قَالَ قَآئِلٌ مِّنْهُمْ إِنِّى كَانَ لِى قَرِينٌ
Seorang di antaranya berkata: " Sesungguhnya aku (di dunia) dahulu, ada seorang rakan (yang menempelak daku).
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)يَقُولُ أَءِنَّكَ لَمِنَ ٱلْمُصَدِّقِينَ
"katanya: Adakah engkau juga salah seorang dari golongan yang mengakui benarnya (kebangkitan orang-orang mati pada hari akhirat)?
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَـٰمًا أَءِنَّا لَمَدِينُونَ
"Adakah sesudah kita mati dan menjadi tanah dan tulang, adakah kita akan (dihidupkan semula serta) dibalas apa yang telah kita lakukan? " '
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)قَالَ هَلْ أَنتُم مُّطَّلِعُونَ
(Setelah menceritakan perihal rakannya itu) ia berkata lagi: " Adakah kamu hendak melihat (keadaan rakanku yang ingkar itu)?"
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)فَٱطَّلَعَ فَرَءَاهُ فِى سَوَآءِ ٱلْجَحِيمِ
Maka ia pun memandang (ke arah neraka), lalu dilihatnya rakannya itu berada ditengah-tengah neraka yang menjulang-julang.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)قَالَ تَٱللَّهِ إِن كِدتَّ لَتُرْدِينِ
Ia pun (menempelaknya dengan) berkata:" Demi Allah! Nyaris-nyaris engkau menceburkan daku dalam kebinasaan.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّى لَكُنتُ مِنَ ٱلْمُحْضَرِينَ
"Dan kalaulah tidak disebabkan nikmat pemberian Tuhanku (dengan hidayah petunjuk), nescaya akan menjadilah daku dari orang-orang yang dibawa hadir (untuk menerima balasan azab) ".
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)أَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِينَ
(Kemudian ia berkata kepada rakan-rakanya yang sedang menikmati kesenangan di Syurga bersama): " Bukankah kita (setelah mendapat nikmat-nikmat ini) tidak akan mati lagi, -
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)إِلَّا مَوْتَتَنَا ٱلْأُولَىٰ وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ
"Selain dari kematian kita yang dahulu, dan kita juga tidak akan terkena seksa?"
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ
Sesungguhnya (nikmat-nikmat kesenangan Syurga) yang demikian, ialah sebenar-benar pendapatan dan kemenangan yang besar.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)