Al-Qalam
"Pena"
سَنَسِمُهُۥ عَلَى ٱلْخُرْطُومِ
(Orang yang bersifat demikian, akan didedahkan kehinaannya) - Kami akan adakan tanda di atas hidungnya (yang berupa belalai itu).
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)إِنَّا بَلَوْنَـٰهُمْ كَمَا بَلَوْنَآ أَصْحَـٰبَ ٱلْجَنَّةِ إِذْ أَقْسَمُوا۟ لَيَصْرِمُنَّهَا مُصْبِحِينَ
Sesungguhnya Kami telah timpakan mereka dengan bala bencana, sebagaimana Kami timpakan tuan-tuan punya kebun (dari kaum yang telah lalu), ketika orang-orang itu bersumpah (bahawa) mereka akan memetik buah-buah kebun itu pada esok pagi; -
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)وَلَا يَسْتَثْنُونَ
Serta mereka tidak menyebut pengecualian.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)فَطَافَ عَلَيْهَا طَآئِفٌ مِّن رَّبِّكَ وَهُمْ نَآئِمُونَ
Maka kebun itu didatangi serta diliputi oleh bala bencana dari Tuhanmu (pada malam hari), sedang mereka semua tidur.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)فَأَصْبَحَتْ كَٱلصَّرِيمِ
Lalu menjadilah ia sebagai kebun yang telah binasa semua buahnya.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)فَتَنَادَوْا۟ مُصْبِحِينَ
Kemudian pada pagi-pagi, mereka panggil memanggil antara satu dengan yang lain -
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)أَنِ ٱغْدُوا۟ عَلَىٰ حَرْثِكُمْ إِن كُنتُمْ صَـٰرِمِينَ
(Setengahnya berkata): "Pergilah pada pagi-pagi ke kebun kamu, kalau betul kamu mahu memetik buahnya".
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)فَٱنطَلَقُوا۟ وَهُمْ يَتَخَـٰفَتُونَ
Lalu berjalanlah mereka sambil berbisik (katanya):
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)أَن لَّا يَدْخُلَنَّهَا ٱلْيَوْمَ عَلَيْكُم مِّسْكِينٌ
"Pada hari ini, janganlah hendaknya seorang miskin pun masuk ke kebun itu mendapatkan kamu".
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)وَغَدَوْا۟ عَلَىٰ حَرْدٍ قَـٰدِرِينَ
Dan pergilah mereka pada pagi-pagi itu, dengan kepercayaan, (bahawa) mereka berkuasa menghampakan fakir miskin dari hasil kebun itu.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)فَلَمَّا رَأَوْهَا قَالُوٓا۟ إِنَّا لَضَآلُّونَ
Sebaik-baik sahaja mereka melihat kebunnya, mereka berkata: "Sebenarnya kita sesat jalan, (ini bukanlah kebun kita)".
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ
(Setelah mereka perhati dengan teliti, mereka berkata: "Tidak! Kita tidak sesat), bahkan kita orang-orang yang dihampakan (dari hasil kebun kita, dengan sebab ingatan buruk kita sendiri)".
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)قَالَ أَوْسَطُهُمْ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ لَوْلَا تُسَبِّحُونَ
Berkatalah orang yang bersikap adil di antara mereka: "Bukankah aku telah katakan kepada kamu (semasa kamu hendak menghampakan orang-orang fakir miskin dari habuannya): amatlah elok kiranya kamu mengingati Allah (serta membatalkan rancangan kamu yang jahat itu) ?"
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)قَالُوا۟ سُبْحَـٰنَ رَبِّنَآ إِنَّا كُنَّا ظَـٰلِمِينَ
Mereka berkata (dengan sesalnya): "Maha Suci Tuhan Kami! Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berlaku zalim!"
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَلَـٰوَمُونَ
Kemudian setengahnya mengadap yang lain, sambil cela-mencela.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)