Al-A'raf
"Tempat Tertinggi"
قَالَ يَـٰقَوْمِ لَيْسَ بِى ضَلَـٰلَةٌ وَلَـٰكِنِّى رَسُولٌ مِّن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
Nabi Nuh menjawab: "Wahai KaumKu! Tidak ada padaku sebarang kesesatan, tetapi aku adalah seorang Rasul dari Tuhan sekalian alam.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)أُبَلِّغُكُمْ رِسَـٰلَـٰتِ رَبِّى وَأَنصَحُ لَكُمْ وَأَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
"(Tugasku) menyampaikan kepada kamu perintah-perintah yang (diutuskan oleh) Tuhanku, serta aku memberi nasihat kepada kamu, sedang aku mengetahui (melalui wahyu) dari Allah akan apa yang kamu tidak mengetahuinya.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)أَوَعَجِبْتُمْ أَن جَآءَكُمْ ذِكْرٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِّنكُمْ لِيُنذِرَكُمْ وَلِتَتَّقُوا۟ وَلَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
"Adakah kamu merasa ragu-ragu dan hairan tentang datangnya kepada kamu nasihat pengajaran dari Tuhan kamu melalui seorang lelaki dari golongan kamu, untuk memberi peringatan kepada kamu, dan supaya kamu bertaqwa dan juga supaya kamu beroleh rahmat?".
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)فَكَذَّبُوهُ فَأَنجَيْنَـٰهُ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥ فِى ٱلْفُلْكِ وَأَغْرَقْنَا ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَآ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ قَوْمًا عَمِينَ
Mereka terus mendustakannya, lalu Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami karamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (matahatinya daripada melihat kebenaran)
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)۞ وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۗ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۚ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Dan kepada kaum Aad, (Kami utuskan) saudara mereka: Nabi Hud. Ia berkata: "Wahai kaumku! Sembahlah kamu akan Allah, (sebenarnya) tidak ada Tuhan bagi kamu selain daripadaNya. Oleh itu, tidakkah kamu mahu bertaqwa kepadaNya? "
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)قَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦٓ إِنَّا لَنَرَىٰكَ فِى سَفَاهَةٍ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ ٱلْكَـٰذِبِينَ
Ketua-ketua yang kafir dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya kami (wahai Hud) nampakmu berada dalam kebodohan, dan sesungguhnya kami fikir engkau adalah dari orang-orang yang berdusta".
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)قَالَ يَـٰقَوْمِ لَيْسَ بِى سَفَاهَةٌ وَلَـٰكِنِّى رَسُولٌ مِّن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
Nabi Hud menjawab: "Wahai kaumku! Tidak ada padaku sebarang kebodohan, tetapi aku adalah seorang Rasul dari Tuhan sekalian alam.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)أُبَلِّغُكُمْ رِسَـٰلَـٰتِ رَبِّى وَأَنَا۠ لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ
"(Tugasku) menyampaikan kepada kamu akan perintah-perintah (yang diutuskan oleh) Tuhanku, dan aku adalah pemberi nasihat yang amanah, bagi kamu.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)أَوَعَجِبْتُمْ أَن جَآءَكُمْ ذِكْرٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِّنكُمْ لِيُنذِرَكُمْ ۚ وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَآءَ مِنۢ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِى ٱلْخَلْقِ بَصْۜطَةً ۖ فَٱذْكُرُوٓا۟ ءَالَآءَ ٱللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Adakah kamu merasa ragu-ragu dan hairan tentang datangnya kepada kamu nasihat pengajaran dari Tuhan kamu, melalui seorang lelaki dari golongan kamu, untuk memberi peringatan kepada kamu? Dan kenanglah ketika Allah menjadikan kamu khalifah-khalifah sesudah kaum Nabi Nuh, dan Allah telah menambahkan kamu kelebihan (dan kekuatan) pada bentuk kejadian tubuh kamu. Maka kenanglah akan nikmat-nikmat Allah supaya kamu berjaya".
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)قَالُوٓا۟ أَجِئْتَنَا لِنَعْبُدَ ٱللَّهَ وَحْدَهُۥ وَنَذَرَ مَا كَانَ يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَا ۖ فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ
Mereka berkata: "Adakah engkau datang kepada kami supaya kami hanya menyembah Allah semata-mata, dan meninggalkan apa yang pernah disembah oleh datuk nenek kami? (Kami tidak akan menurut) maka datangkanlah azab yang engkau janjikan kepada kami, jika betul engkau dari orang-orang yang benar".
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)قَالَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ رِجْسٌ وَغَضَبٌ ۖ أَتُجَـٰدِلُونَنِى فِىٓ أَسْمَآءٍ سَمَّيْتُمُوهَآ أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُم مَّا نَزَّلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلْطَـٰنٍ ۚ فَٱنتَظِرُوٓا۟ إِنِّى مَعَكُم مِّنَ ٱلْمُنتَظِرِينَ
Nabi Hud menjawab: "Sesungguhnya telah tetaplah kamu akan ditimpa azab dan kemurkaan dari Tuhan kamu. Adakah kamu hendak berbahas denganku mengenai nama-nama yang hanya kamu dan nenek moyang kamu menamakannya, sedang Allah tidak sekali-kali menurunkan sebarang bukti yang membenarkannya? Maka tunggulah (kedatangan azab itu), sesungguhnya aku juga dari orang-orang yang turut menunggu bersama-sama kamu".
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)فَأَنجَيْنَـٰهُ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَقَطَعْنَا دَابِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا ۖ وَمَا كَانُوا۟ مُؤْمِنِينَ
Maka Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya, dengan rahmat dari Kami, dan Kami (binasakan serta) putuskan keturunan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan mereka bukanlah orang-orang yang beriman.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَـٰلِحًا ۗ قَالَ يَـٰقَوْمِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ قَدْ جَآءَتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ هَـٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمْ ءَايَةً ۖ فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِىٓ أَرْضِ ٱللَّهِ ۖ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Dan kepada kaum Thamud (Kami utuskan) saudara mereka: Nabi Soleh. Ia berkata: "Wahai kaumku! Sembahlah kamu akan Allah, (sebenarnya) tiada Tuhan bagi kamu selain daripadaNya. Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata (mukjizat) dari Tuhan kamu; ini adalah seekor unta betina (dari) Allah sebagai keterangan bagi kamu (membuktikan kebenaranku). Oleh itu, biarkanlah unta itu mencari makan di bumi Allah, dan janganlah kamu menyentuhnya dengan sesuatu yang menyakitinya; (kalau kamu menyentuhnya) maka kamu akan ditimpa azab seksa yang tidak terperi sakitnya.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)وَٱذْكُرُوٓا۟ إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَآءَ مِنۢ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِن سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ ٱلْجِبَالَ بُيُوتًا ۖ فَٱذْكُرُوٓا۟ ءَالَآءَ ٱللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ
"Dan kenanglah ketika Allah menjadikan kamu khalifah-khalifah sesudah kaum Aad, dan di tempatkannya kamu di bumi, (dengan diberi kemudahan) untuk kamu mendirikan istana-istana di tanahnya yang rata, dan kamu memahat gunung-ganangnya untuk dijadikan rumah. Maka kenangkanlah nikmat-nikmat Allah itu dan janganlah kamu bermaharajalela melakukan kerosakan di muka bumi".
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)قَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوا۟ مِن قَوْمِهِۦ لِلَّذِينَ ٱسْتُضْعِفُوا۟ لِمَنْ ءَامَنَ مِنْهُمْ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ صَـٰلِحًا مُّرْسَلٌ مِّن رَّبِّهِۦ ۚ قَالُوٓا۟ إِنَّا بِمَآ أُرْسِلَ بِهِۦ مُؤْمِنُونَ
Ketua-ketua yang sombong takbur dari kaumnya berkata kepada orang-orang yang dipandang lemah iaitu orang-orang yang telah beriman di antara mereka: "Tahukah kamu bahawa Soleh itu diutus dari Tuhannya?" Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami beriman kepada apa yang ia diutus untuk menyampaikannya".
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)