As-Saffat
"Yang Berbaris Teratur"
فَرَاغَ إِلَىٰٓ ءَالِهَتِهِمْ فَقَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ
Lalu ia pergi kepada berhala-berhala mereka secara bersembunyi, serta ia bertanya (kepada berhala-berhala itu, secara mengejek-ejek): "Mengapa kamu tidak makan?
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)مَا لَكُمْ لَا تَنطِقُونَ
"Mengapa kamu tidak menjawab?"
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًۢا بِٱلْيَمِينِ
Lalu ia memukul berhala-berhala itu dengan tangan kanannya (sehingga pecah berketul-ketul).
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)فَأَقْبَلُوٓا۟ إِلَيْهِ يَزِفُّونَ
(Setelah kaumnya mengetahui hal itu) maka datanglah mereka beramai-ramai kepadanya.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ
(Bagi menjawab bantahan mereka), ia berkata: "Patutkah kamu menyembah benda-benda yang kamu pahat?
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)وَٱللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ
"Padahal Allah yang mencipta kamu dan benda-benda yang kamu buat itu!"
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)قَالُوا۟ ٱبْنُوا۟ لَهُۥ بُنْيَـٰنًا فَأَلْقُوهُ فِى ٱلْجَحِيمِ
(Setelah tak dapat berhujah lagi, ketua-ketua) mereka berkata: "Binalah untuk Ibrahim sebuah tempat (untuk membakarnya), kemudian campakkan dia ke dalam api yang menjulang-julang itu".
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)فَأَرَادُوا۟ بِهِۦ كَيْدًا فَجَعَلْنَـٰهُمُ ٱلْأَسْفَلِينَ
Maka mereka (dengan perbuatan membakar Nabi Ibrahim itu) hendak melakukan angkara yang menyakitinya, lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang terkebawah (yang tidak berjaya maksudnya).
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)وَقَالَ إِنِّى ذَاهِبٌ إِلَىٰ رَبِّى سَيَهْدِينِ
Dan Nabi Ibrahim pula berkata: "Aku hendak (meninggalkan kamu) pergi kepada Tuhanku, Ia akan memimpinku (ke jalan yang benar).
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ
" Wahai Tuhanku! Kurniakanlah kepadaku anak yang terhitung dari orang-orang yang soleh!"
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)فَبَشَّرْنَـٰهُ بِغُلَـٰمٍ حَلِيمٍ
Lalu Kami berikan kepadanya berita yang mengembirakan, bahawa ia akan beroleh seorang anak yang penyabar.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَـٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَـٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّـٰبِرِينَ
Maka ketika anaknya itu sampai (ke peringkat umur yang membolehkan dia) berusaha bersama-sama dengannya, Nabi Ibrahim berkata: "Wahai anak kesayanganku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahawa aku akan menyembelihmu; maka fikirkanlah apa pendapatmu?". Anaknya menjawab: "Wahai ayah, jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah, ayah akan mendapati daku dari orang-orang yang sabar".
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)فَلَمَّآ أَسْلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلْجَبِينِ
Setelah keduanya berserah bulat-bulat (menjunjung perintah Allah itu), dan Nabi Ibrahim merebahkan anaknya dengan meletakkan iringan mukanya di atas tompok tanah, (Kami sifatkan Ibrahim - dengan kesungguhan azamnya itu telah menjalankan perintah Kami),
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)وَنَـٰدَيْنَـٰهُ أَن يَـٰٓإِبْرَٰهِيمُ
Serta Kami menyerunya: "Wahai Ibrahim!
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)قَدْ صَدَّقْتَ ٱلرُّءْيَآ ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ
"Engkau telah menyempurnakan maksud mimpi yang engkau lihat itu". Demikianlah sebenarnya Kami membalas orang-orang yang berusaha mengerjakan kebaikan.
— Tafsir Pimpinan Ar-Rahman (JAKIM)